Selasa, 10 November 2009
biografi janis joplin
Masa kecil
Janis Joplin dilahirkan dari ibu bernama Dorothy East (1913-1998) dan ayah bernama Seth Joplin (1910-1987)[2] Ayahnya adalah seorang insinyur di Texaco sementara ibunya adalah pegawai tata usaha di akademi bisnis. Janis memiliki dua orang adik, Michael dan Laura. Kedua orang tuanya merasa Janis selalu minta lebih diperhatikan dibandingkan kedua adiknya. Ibu Joplin berkata, "Dia tidak bahagia kalau tidak [banyak diperhatikan]. Kalau cuma diperhatikan biasa-biasa saja tidak cukup."[3]
Sewaktu remaja, ia berteman dengan kelompok berandalan. Salah seorang temannya memiliki album musisi blues Bessie Smith dan Leadbelly. Kedua artis blues tersebut nantinya menjadi inspirasi bagi Joplin untuk menjadi penyanyi.[4] Joplin mulai bernyanyi di paduan suara lokal dan mulai mendengarkan penyanyi-penyanyi blues lain seperti Odetta dan Big Mama Thornton.
Di sekolah, ia senang melukis, dan mulai menyanyikan lagu berirama blues dan folk bersama teman-temannya. Ia hampir-hampir tidak mempunyai teman di Sekolah Menengah Atas Thomas Jefferson. Joplin pernah berkata, "Aku dulunya anak yang canggung. Aku senang membaca dan melukis. Aku tidak membenci orang berkulit hitam."[3] Sebagai seorang remaja, ia kelebihan berat badan dan dilahirkan dengan kulit yang sensitif.[3][5] Teman-teman di SMA sering mempermainkannya dan memanggilnya dengan kata-kata yang tidak sopan.[3]
Joplin lulus sekolah menengah atas pada tahun 1960, dan sempat kuliah musim panas di Lamar State College of Technology di Beaumont, Texas[5] sebelum melanjutkan ke Universitas Texas di Austin tapi tidak sampai tamat.[6] Pada tahun 1962, surat kabar kampus memuat cerita tentang Janis Joplin yang diberi judul She Dares To Be Different.[
Awal karier
Sebagai seorang pemberontak, idolanya adalah penyanyi blues wanita dan puisi yang ditulis oleh sastrawan era Beat Generation. Bulan Desember 1962, ketika berada di rumah seorang temannya, Janis Joplin merekam lagu pertama, "What Good Can Drinkin' Do" di sebuah pita kaset.[7] Ia pindah dari Texas pada tahun 1963, dan tinggal di North Beach sebelum pindah ke Haight-Ashbury. Pada tahun 1964, Joplin dan gitaris Jorma Kaukonen (nantinya menjadi anggota Jefferson Airplane) merekam beberapa lagu blues standar. Keduanya ditemani Margareta Kaukonen yang memakai mesin ketik sebagai perkusi. Sesi rekaman tersebut menghasilkan 6 buah lagu: "Typewriter Talk," "Trouble In Mind," "Kansas City Blues," "Hesitation Blues," "Nobody Knows You When You're Down And Out," "Daddy, Daddy, Daddy", dan "Long Black Train Blues". Keenam lagu tersebut nantinya dirilis sebagai album bootleg, The Typewriter Tape.
Sejak sekitar tahun 1964, kegemarannya terhadap obat-obat terlarang semakin menjadi dan diketahui sebagai pengguna heroin.[5][2][4] Sepanjang kariernya, ia dikenal sebagai peminum berat. Minuman kegemarannya adalah Southern Comfort.
Pembuat film Paramount Pictures dan Lakeshore akhirnya menemukan aktris yang dianggap tepat memerankan rocker wanita legendaris Janis Joplin dalam film biografi yang berjudul "Piece of My Heart". Aktris "Chicago" baru bisa memerankan Janis Joplin setelah menyelesaikan pembuatan "Bridget Jones: The Edge of Reason" pada akhir tahun ini. Dengan didapuknya Renee, maka sebuah skenario baru film tersebut akan bisa diselesaikan untuk sang aktris oleh seorang sutradara sekaligus penulis skenario yang belum bisa disebutkan namanya. Direncanakan syuting pembuatan film "Piece of My Heart" akan dimulai pada awal tahun 2004. (Sumber: imdb.com)
Senin, 07 September 2009
Biografi Jim Morrison
Jim Morrison, yang memiliki nama asli James Douglas Morrison, lahir di Florida, Amerika Serikat pada 8 Desember 1943 dari pasangan George Stephen Morrison dan Clara Clark Morrison. Januari 1964 Morrison lulus dari UCLA jurusan Theater Arts Departement of the College of Arts.
Era The Doors
Nama Jim Morrison besar sebagai vokalis The Doors yang didirikan tahun 1965 di Los Angeles, bersama kibordis Ray Manzarek. Band yang paling kontroversial pada jamannya karena lirik yang samar, terkadang sangat vulgar dan tidak diduga. Kala itu Manzarek sangat terkesan dengan puisi buatan Morrison yang berjudul “Moonlight Drive” lalu dibentuklah The Doors dengan formasi kibordis Ray Manzarek, vokalis Jim Morrison, drummer John Densmore, dan gitaris Robby Krieger. Nama band The Doors diambil dari buku karya Aldous Huxley, “The Doors of Perception”.
Secara lirikal, The Doors membawa latar musik rock baru dengan suasana yang kompleks, surealis dan sugestif yang mengeksplorasi seks, mistisisme, obat-obatan, pembunuhan, kegilaan hingga kematian. Hal yang mengangkatnya juga menjadi penghambatnya, seperti saat tampil di Ed Sullivan Show dengan lirik “Light My Fire” yang harus dirubah demi kesopanan.
Ditahun 1966 The Doors tampil di Whisky a Go Go ( Sebuah diskotik di California Selatan yang banyak melahirkan band-band terkenal seperti The Byrds, Buffalo Springfield dan Love) dan menjadi home band tetap, yang kemudian membawanya dikontrak oleh Elektra Records pada 18 Agustus 1966. Namun pada 21 Agustus The Doors dipecat dari klub karena menyanyikan lagu “The End” dengan lirik yang sangat kontroversial, terinspirasi dari sebuah film drama Yunani “Oedipus Rex”, yang dalam kisahnya sang protagonis Oedipus membunuh ayahnya dan menyetubuhi ibunya.
Debut album penuh The Doors dirilis Januari 1967 termasuk di dalamnya drama musikal “The End” selama 11 menit. Morrison dan Manzarek yang menyutradarai film promosi (sekarang disebut musik video) untuk single pertamanya “Break on Through”, yang kemudian disusul “Light My Fire”. Kemudian “Strange Days” dirilis, dan popularitas mereka pun kian menggila. Mereka menggabungkan blues dan rock dengan psychedelia yang belum pernah terdengar sebelumnya.
Nama The Doors melambung karena reputasi Morrison sebagai penantang, pemberontak, simbol seks dan “penghibur” sejati di atas panggung. Dia menikmati hawa yang mengikutinya sebagai bintang, walaupun pada akhirnya dia merasa tertekan dengan keterbatasan hidupnya sebagai public figure.
Pada 8 Desember 1970, di ulang tahunnya yang ke 27, Morrison merekam sesi puisi lainnya. Ini merupakan titik balik bagi kehidupannya. Selama penampilan terakhirnya di Ware House, New Orleans- Lousiana pada 12 Desember 1970, Morrison yang mengalami penurunan mental, beberapa kali membanting mikrofon ke lantai panggung. Setelah keadaannya sedikit membaik, The Doors kembali ke akar dengan merilis album “L.A. Woman” ditahun 1971.
Bulan Maret 1971 Morrison pindah ke Paris untuk istirahat dari kegiatan panggungnya dan berkonsentrasi dengan tulisannya, berharap untuk dapat kembali hidup normal. Namun nasib berbicara lain. Morrison meninggal pada 3 Juli pada usia ke 27. ditemukan di bath tub oleh Curson kekasihnya. Menurut biografi yang ditulis Stephen Davis, dilaporkan Morrison ditemukan dengan darah kering di sekitar mulut dan hidungnya dan tanda besar di dadanya yang menandakan kalau penyebab kematiannya karena tuberculosis.
Pasca The Doors
Meski sudah lebih dari 30 tahun sejak kematiannya, popularitas Morrison tidak berkurang. Hal ini antara lain disebabkan oleh karisma dan pengaruh musikalnya yang melekat dan menjadi inspirasi bagi pemusik setelahnya, yang akan menjadi idola dan menurunkan referensi ini pada generasi berikutnya.
Sebagai salah satu penyanyi dan penulis lagu paling populer dan menginspirasi di sejarah musik rock, Morrison menjadi salah satu panutan seorang rockstar; bermuka masam, seksi, androgynous, penuh skandal dan misterius. Celana kulit yang digunakannya ketika di panggung menjadi stereotipe pakaian rockstar. Penampilan Morrison menginspirasi banyak musisi ternama lainnya, seperti Nick Cave (Nick Cave and the Bad Seeds), Richard Ashcroft (ex-The Verve), Iggy Pop (The Stooges), Glenn Danzig (Danzig), Patti Smith, Ian Curtis (Joy Division), Henry Rollins (Black Flag), Ian Astbury, Perry Ferell (Jane’s Addiction, Porno For Pyros), Scott Weiland (ex-Stone Temple Pilots, Velvet Revolver), Trent Reznor (Nine Inch Nails), Marilyn Manson, Eddie Vedder (Pearl Jam), Ville Valo (HIM), Billy Idol, Siouxsie Sioux (Siouxsie and the Banshees), Noir Désir dan Jeff Martin. Iggy Pop mengaku terinspirasi oleh Morrison ketika melihat konser The Doors di Ann Arbor, Michigan. Salah satu lagu populer Iggy yang berjudul “The Passenger” ditulis berdasarkan salah satu puisi Morrison. Ada pula seorang profesor Literatur Perancis di Duke University, Wallace Fowlie, pernah menulis buku yang berjudul Rimbaud and Jim Morrison: “The Rebel as Poet – A Memoir”. Biopic tentang The Doors pernah dibuat ditahun 1991 oleh Oliver Stone. Dibintangi oleh Val Kilmer as the man himself, dengan penampilannya yang gemilang. Dalam lagu “The Irony of Dying On Your Birthday” yang dibawakan band emo masa kini, Senses Fail, menyebutkan “I want to die like Jim Morrison. I wanna die like God on the cover of Time". Lain lagi dengan Radiohead, dalam lagunya “Anyone Can Play Guitar” terdapat lirik "Grow my hair. I wanna be Jim Morrison" yang menggambarkan kekaguman dan pengidolaan remaja yang sangat besar terhadap Morrison.